$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0

Kisah Baleo Mahato

Free website counter Indonesia Update - Kisah Baleo Mahato -BERDASARKAN KATEGORI- Cerita Rakyat Sumatera Utara >>

SILAHKAN DI BAGIKAN:

Alkisah Rakyat ~ Sebelum kita sampai kepada cerita Baleo Mahato itu, marilah kita sejenak berkunjung ke bekas tempat pertepaannya. Nun jauh...

perumahan bersubsidi pesona kahuripan 2 dan 3 klik di sini | berbagi informasi seputar indonesia terupdate klik di sini
Alkisah Rakyat ~ Sebelum kita sampai kepada cerita Baleo Mahato itu, marilah kita sejenak berkunjung ke bekas tempat pertepaannya. Nun jauh di hutan Mahato yakni kira-kira 30 kilometer di sebelah Timur desa Sipagabu terletaklah pusaranya. Kalau kita berjalan lurus ke Timur dari desa ini, kita harus menempuh jalan sejauh 15 kilometer barulah sampai di sebuah padang rumput yang datar bagai tikar terhampar nan indah dipandang mata.


Padang datar ini diselang-selingi oleh tumpukkan hutan-hutan kecil yang juga turut memperindah pemandangan di sini. Padang rumput inilah yang mengingatkan kita kembali kepada seseorang dulunya yakni Baleo Mahato, karena di tempat inilah didirikannya mendersah (Madrasah) mesjid tempatnya bertapa. Disinilah kita jumpai bekas-bekas peninggalannya berupa sendi-sendi pertapaan mesjid dan batu-batu tempat membasuh kakinya. Sebagian orang mengatakan bahwa setiap pemburu yang datang ke padang ini kalau sedang kehujanan, di sanalah mereka berhenti seraya berkata.

"Mari kita pergi ke mandersah." Mereka tidak akan basah kuyup kalau berteduh di atas batu bekas-bekas sendi-sendi mandersah itu. Selain itu, bekas tempat mandersah ini digunakan orang juga sebagai tempat ziarah dan bernazar.

Sejauh 15 kilometer dari Padang Mandersah ini, melalui Gonting Balangan, Sibuibui dan Maranti Pangedapan, sampailah kita ke tepi hutan Mahato, yakni tempat pusara dan pertapaan Baleo Mahato yang keramat itu. Menurut berita orang yang sengaja menziarahi Baleo Mahato itu, haruslah lebih dahulu berhenti di Maranti Pangedapan ini untuk melakukan hening cipta dan berdoa. Tempat inilah sebagai pintu gerbang masuk ke kawasan pertapaan dan pusara keramat itu.

Di hutan itu mengalir sebuah sungai kecil yang juga disebut Aek Mahato (air sungai). Agak ke hulunya terdapatlah mata air Mahato. Jika kita menyusuri sungai Mahato itu hingga ke hulu, sampailah kita ke satu tempat dimana tumbuh sebuah pohon yang amat besar lagi ganjil, karena tak tentu ujung pangkalnya, menjurai ke dalam sungai. Disinilah dulunya mata air Mahato yang keramat itu berada. Pohon besar yang aneh ini dulunya berasal dari satu kayu kecil yang digunakan oleh Baleo Mahato sebagai tempat sangkutan pakaiannya setiap kali mandi disitu. Di sekitar mata air inilah, tempat pusara dan pertapaannya itu berada. Di tempat ini orang harus berhati-hati dan waspada, untung kalau-kalau akan bersua dan dapat petunjuk.

Siapakah Baleo Mahato itu? Baleo Mahato sebagaimana dia digelari orang, pergi meninggalkan Sipagabu untuk mengasingkan diri dengan maksud bertapa pada masa tuanya. Tetapi sebelumnya, dia digelari orang Baleo Basurat Batu (Bertulis)  seorang penyebar agama Islam yang aktip dan Sipagabu dan sekitarnya.

Sebenarnya agama Islam telah masuk di sana sebelum Baleo Mahato datang. Tetapi orang tertarik kepadanya karena memiliki ilmu Tauhid dan Tasawuf. Dan menurut berita orang-orang tua, Baleo ini berasal dari Aceh. Sebagian mengatakan asalnya adalah dari Minangkabau. Demikian giatnya Baleo ini menyebarkan ajaran agama Islam di Sipagabu, cara dan bentuk mengajarnya bermacam ragam sehingga orang tertarik masuk agama Islam. Cara itulah yang dipraktekkannya di dalam  maupun diluar Sipagabu.

Pada suatu waktu, raja-raja dan sekalian orang terkemuka di desa ini dikumpulkannya. Disana dijelaskan dan dianjurkan bahwa adat kebesaran raja-raja dan upacara  raja-raja dulunya adalah bertentangan dengan dan dilarang oleh agama Islam. Upacara seperti marranjo, memasang mejan dan sebagainya itu adalah dilarang agama.

Sedang Baleo asyik-asyiknya memberi penjelasan dan anjuran itu, tiba-tiba terdengarlah suara ribut dari siamang di tepi desa itu. Segera suara siamang yang ribut itu dicegahnya dengan suaranya yang kuat. Binatang siamang itu pun lari pontang-panting semuanya. Sejak itulah hingga sekarang tak pernah lagi kedengaran suara siamang di hutan sebelah Timur desa Sipagabu ini. Dan sejak itu pulalah raja-raja di desa Sipagabu dan sekitarnya tak pernah lagi melaksanakan upacara marranjo (acara rintangan kepada pengantin laki-laki) dan mejan. Segala mejan-mejan yang pernah didirikan di desa itu pada kuburan-kuburan segera dibongkar lalu diganti dengan batu biasa atau batu pulut.

Karena itulah maka di Sipagabu tak dijumpai lagi mejan di atas kuburan orang mati. Sejak itulah ajaran Baleo selalu diterima  dihati orang walaupun sesungguhnya di dada para raja-raja masih membatu adat-istiadat dan kepercayaan lama. Karena kejadian itulah maka Baleo ini digelari orang menjadi Baleo Basurat Batu. Semua dukun-dukun jahil yang berdiam di desa Sipagabu dan sekitarnya dapat ditundukkannya, hingga menjadi dukun yang taat menjalankan agama Islam.

Pada suatu masa,  Baleo Basurat Batu pergi merantau meninggalkan desa Sipagabu. Ia pergi ke Aeknabara untuk bertanding dengan dukun terkenal bernama Datu Bilang Dibata. Dukun ini memiliki ilmu kebathinan yang tangguh juga dan dikenal orang banyak di desanya maupun sekitarnya. Waktu mereka berjumpa, Baleo Basurat Batu mengajak Datu Bilang Dibata untuk meninggalkan agamanya dan masuk agama Islam. Datu Bilang Dibata jadi geram mendengarnya lalu berkata.

"Aku mau masuk agama Islam kalau engkau dapat melebihi atau mengalahkan ilmu kesaktianku." Segera Baleo Basurat Batu menjawab.

"Kalau begitu keinginan dukun, mari silakan kita bertanding kesaktian," katanya mengajak. Saat itu pertarungan kesaktian antara keduanya pun berlangsunglah. Segala ilmu kesaktian yang mereka miliki dikeluarkan untuk mematahkan lawannya. Tetapi satu demi satu dapat diatasi oleh Baleo Basurat Batu. Akhirnya Baleo Basurat Batu berkata.

"Cobalah dukun, minum air buah kelapa yang tinggi itu, tetapi engkau tak boleh beranjak dari tempat dudukmu. Kemudian tunjukkanlah buktinya bahwa air buah kelapa itu telah dukun minum," katanya.

Segera Batu Bilang Dibata membacakan manteranya. Mulutnya komat-kamit, matanya melotot ke arah buah kelapa itu seraya tangannya dengan tegang menunjuk buah kelapa tadi. Tetapi hasilnya tak ada. Karena itu sang dukun memohon agar Baleo saja yang mencobanya. Lantas Baleo berkata.

"Telah selesai ku minum." Untuk membuktikan kebenaran ucapannya itu maka salah seorang menyaksikan pertarungan kesaktian kedua jago mentera itu disuruh memanjat pohon kelapa itu untuk mengambil buah yang ditunjuk tadi. Buah itu dikupas, dan ..... tampaklah airnya sudah kosong sama sekali. Malahan salah satu mata buah kelapa itu telah mempunyai lobang kecil. Keadaannya seperti baru saja diminum orang. Kemudian berkatalah Baleo Basurat Batu.

"Bagaimana, apakah dukun telah mengaku kalah?" Dengan suara merendah Datu Bilang Dibata menjawab.

"Ya, aku mengaku kalah atas keunggulan ilmu yang kau miliki."

"Kalau begitu, sesuai dengan janji kita tadi, dukun harus masuk agama Islam dengan rela," kata Baleo Datu Bilang Dibata memenuhi janjinya dan hari itu juga ia menjadi penganut agama Islam bersama anak-cucunya.

Pada hari tuanya, Baleo Basurat Batu merasa bosan dan benci akan kehidupan duniawi. Inilah yang membuatnya bertekad mengasingkan diri dari desa untuk bertapa. Mula-mula dia pergi ke hutan sebelah Barat Sipagabu yakni di kaki pegunungan Bukit Barisan. Di sana didirikannya sebuah mesjid dan terus beramal disitu. Tempat itu masih kurang aman dan kurang sunyi baginya karena seringkali terdengar suara-suara siamang. Tak lama kemudian diputuskannyalah untuk pindah. Tetapi bekasnya sampai sekarang masih ada di situ. Demikian juga batu yang dipahatnya sebagai tempat air untuk memasuh kakinya. Batu ini sekarang ditempatkan orang menjadi tangga mesjid di Sipagabu.

Kemudian Baleo Basurat Batu mencari tempat di sebelah Timur yaitu di Padang Mandersah. Disini pun serupa dengan di tempat semula masih kurang sunyi baginya. Lalu pindahlah ia ke tengah rimba raya arah  ke Timur Padang Mandersah. Rimba ini kelak dikenal orang dengan nama hutan Mahato. Tempat ini cukup  nyaman dan sunyi baginya dan diputuskan untuk tinggal di situ. Disinilah Baleo tinggal selama bertahun-tahun lamanya, seorang diri. Sampai dengan usianya yang amat tua beliau hidup di tengah rimba itu hingga meninggal dunia.

Konon waktu Baleo akan meninggal dunia, raja-raja dari Sipagabu dan sekitarnya serta murid-muridnya hadir di situ menyaksikannya. Mereka masih sempat bersama-sama Baleo mengucapkan zikirullah sebelum menghembuskan nafas. Dalam iringan suatu zikirullah itulah Baleo meninggal dunia. Kemudian jenazahnya dikuburkan oranglah di situ yakni di dasar mesjidnya sesuai dengan wasiatnya sendiri.

Kemudian hari orang datang ke sana ziarah dan bernazar untuk meminta ajaran dan atau petunjuk. Sejak itulah beliau digelari orang Baleo mahato (dari kata: Maha tahu Maha Tobat). Ada juga orang yang menceritakan bahwa sebelum Baleo Mahato meninggal sempat juga dia berkata kepada raja-raja. Sipagabu dan murid-muridnya, "Sekali pun aku kelak tidak kamu lihat lagi di tempat ini dengan nama Tuhan, kamu dan orang yang suka akan dapat petunjuk dari aku."

Demikianlah kisah dari Keramat Baleo Mahato yang sedari dulu selalu diziarahi orang, semasih hidupnya maupun makamnya.

Sumber : Cerita Rakyat Daerah Sumatera Utara

COMMENTS

GOOGLE
alt gambar alt gambar alt gambar alt gambar
PASANG IKLAN ANDA DI SINI
Name

1700,1,1754,1,1770,1,1775,1,1820,1,1824,1,1840-an,1,1844,1,1848,1,1851,1,1852,1,1860,4,1860-an,10,1865,1,1867,1,1870,3,1874,1,1875,1,1885,1,1890,4,1892,1,1894,1,1897,1,1899,1,1900,2,1900-an,1,1901,1,1902,6,1903,2,1904,1,1905,1,1907,1,1910,1,1910-an,2,1912,2,1913,1,1914,1,1915,3,1918,1,1920,2,1922,1,1923,1,1927,1,1930,2,1931,2,1934,1,1938,1,1941,1,1943,3,1944,6,1945,30,1946,6,1947,10,1948,11,1949,4,1950,1,1950-an,1,1956,4,1960,1,1968,1,1970,4,757 Kepri Jaya,1,abad ke-19,1,Abdul Gaffar Pringgodigdo,1,Abdul Haris Nasution,1,Abdulkadir Widjojoatmodjo,1,Acara TV,2,Aceh,2,ada ada saja,6,Advertorial,1,AFC Cup,3,Agus Salim,1,akhir abad ke-19,7,Akik,3,Aksi Polisionil 1,2,Aksi Polisionil 2,2,Al Quran,3,Ali Sastroamidjojo,1,Ambon,1,Amir Syarifuddin Harahap,2,Anak Agung Gde Agung,2,anak muda,3,anak-anak,15,Aneka Resep Bubur Bayi,5,angklung,1,Animal's Corner,2,Arab,1,Arema FC,1,artikel,2,Artikel Komik,9,artis,1,Assaat (Datuk Mudo),2,awal abad ke-20,4,Babak 16 Besar,2,Babak 8 Besar,2,Babak Kedua,18,Babak Ketiga,9,Babak Pertama,5,Bali,2,Bali United,2,Bandung,1,bangsawan,5,banjir,1,Barito Putera,3,Batak,1,Baturaja (Ogan Komering Ulu),3,Beatrix Wilhelmina Armgard,2,Belanda,1,Belitung,1,bendera,9,bendungan,1,benteng,1,berburu,4,berita,79,beritabogor,5,bermain,2,Bernhard van Lippe-Biesterfeld,3,biara,1,bidiknusantara,3,Biografi,11,bisnis,1,Blitar Poetra FC,1,Blogging,10,Bogor,1,Bogor FC,2,bogordaily,7,bogorkita,3,bogornews,2,bogoronline,6,bogorzone,3,Book Review,1,Borneo FC,2,Budaya,6,bumi hangus,1,bupati,1,candi,1,Candi Arjuna,1,Candi Jabung,1,Candi Mendut,1,Candi Werkudoro,1,candu,5,celoteh,6,Cerita Novel,1,Cerita Rakyat Aceh,8,Cerita Rakyat Bangka Belitung,2,Cerita Rakyat Jakarta,11,Cerita Rakyat Jambi,1,Cerita Rakyat Jawa Barat,2,Cerita Rakyat Jawa Tengah,5,Cerita Rakyat Jawa Timur,1,Cerita Rakyat Kalimantan Barat,2,Cerita Rakyat Kalimantan Selatan,8,Cerita Rakyat Maluku,1,Cerita Rakyat Mancanegara,2,Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat,20,Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur,22,Cerita Rakyat Riau,3,Cerita Rakyat Sumatera Barat,13,Cerita Rakyat Sumatera Selatan,1,Cerita Rakyat Sumatera Utara,10,Cerita Si Kabayan,37,Cerita Sunan Kalijaga,5,Cerpen Rakyat,1,Che Guevara,1,Cianjur,1,Cibadak,1,Cideng,3,cinta NKRI,1,Cirebon,1,Claus van Amsberg,1,Contoh Soal Ulangan,5,Contoh Surat Menyurat,9,Darma Setiawan,1,Dayak,1,Deli,1,delman,4,Den Haag,4,desa,1,detik,5,Didi van Delden,1,Dieng,1,Diponegoro,1,Djawa Baroe,5,Djuanda Kartawidjaja,1,Douwe Duursma,1,Empat Serangkai,1,Ende,1,Entertainment,8,fauna,4,flora,1,Flora Fauna,7,fokusbogor,1,foto video,2,Frank Porter Graham,1,ftv,4,Gambar Peta Jogja,1,Game,3,gamelan,3,garuda indonesia,1,garudanews,6,Garut,1,Gayo,1,Gedung Harmonie,1,Gedung Pancasila,1,geng motor bandung,1,gereja,1,Gresik,1,hallobogor,7,Hamengkubuwono IX,1,Hamengkubuwono VI,1,Hari Buruh,1,harimau,3,Havana,1,health,4,Hiburan,4,hotel,2,Hubertus Johannes van Mook,4,Hukum,39,ibu kota,1,ibukota provinsi,1,ide unik,1,ilc,1,Indonesia update,6,Indramayu,1,industri,1,Info,31,Info Bisnis,11,info breangking news,1,Info Game,8,Info Kesehatan,47,Info Komputer,33,Info Niaga,1,Info Santai,11,Info Wisata,2,infodesaku,24,informasi,1,inilahkoran,11,inspiratif,27,Internasional,34,Investigasi,5,Investigasii,8,Islami,3,Istana Cipanas,1,Istana Merdeka,4,Jadwal,34,Jakarta,57,Jan Anne Jonkman,1,Jawa,11,Jawa Barat,4,jembatan,6,jembatan tertinggi,1,jendral sudirman,1,Johannes Latuharhary,1,Johannes Leimena,1,Jual Villa,2,K'tut Tantri,1,kabupaten,1,kabupaten kota indonesia,1,Kali Ciliwung,2,Kalimantan,1,Kaliurang,1,Kalteng Putra,1,kamp Halimun,4,kamp tawanan,6,Kampung Makassar,2,Kampus,3,Kardinah,1,karikatur,7,Kartini,1,kebaya,10,kecantikan,2,Kehidupan sosial,7,keluarga,4,kelurahan,1,Kemayoran,2,kemendes,1,kementrian,1,kemeterian,1,kemiskinan,1,Kendal,1,kesehatan,3,Kesehatan,13,Ki Hajar Dewantara,1,Kiai Maja,1,kiwil,1,KNIL,2,KNIP,1,kolaborator,2,Komdis,1,kompas,4,komunikasi,3,komunisme,1,koran,1,kota,1,Kotabaru FC,1,kriminal,1,Kriminal,10,Kuala Nanggroe,1,kuburan,2,Kuliner,7,Kumpulan Tugas Sekolah,45,kupasmerdeka,4,Lapangan Banteng,1,Laporan Pertandingan,18,latihan militer,1,laut terdalam,1,loker malang,1,loker marketing,1,loker restoran,1,loker surabaya,1,Louis Joseph Maria Beel,2,lowongan kerja,2,lukisan,5,Macam - Macam Resep Daerah,10,Macam - Macam Resep Es,3,Macam - Macam Resep Kue,15,Macam - Macam Resep Puding,1,Macam - Macam Sambal Goreng,4,macam macam resep nasi,5,macam macam resep Sayuran,2,Madura FC,2,Madura United,3,Magelang,1,Majelis Permusyawaratan Federal,1,makanan,1,Manchuria,1,mandi,3,Margriet Francisca,1,Maria Christina,1,marketing,1,Martapura FC,1,Mas Mansur,1,masa pendudukan Jepang,2,masa penjajahan Belanda,1,masakan,1,maskapai,1,Medan,1,meggy wulandari,1,meminta hujan,1,menara tertinggi di dunia,1,mengungsi,1,Mentri luar negeri,1,menu dari ayam,21,menu dari cumi,4,menu dari ikan,6,menu dari jamur,1,menu dari kambing,2,menu dari kerang,1,menu dari sapi,3,menu dari serangga,3,menu dari tahu,3,menu dari telur,3,menu dari tempe,2,mesjid,4,metropolitan,8,Mitra Kukar,1,Mohammad Roem,3,Muara Enim,1,Muhammad Hatta,15,Muhammad Natsir,1,narkoba,1,Nasional,35,Negara Indonesia Timur,1,Nenek Rokhani,4,New York,4,NICA,1,olahraga,2,Olahraga,10,otomotif,2,Otomotif,7,Padalarang,1,pahlawan,1,pakaian,3,Pakubuwono XI,1,Palang Merah,1,Palembang,1,pasar,2,pasukan Belanda,4,pasukan Inggris,1,pasukan Jepang,5,Pasuruan,1,patung,1,payung,6,pedagang,10,pedati,4,pegunungan,1,pejuang,4,pelabuhan,1,pelecehan seksual,2,pelecehan seksual anak,1,pemadam kebakaran,1,pemakaman,1,pembantu,6,pemerintahan,4,penari,4,pencak silat,1,Pendidikan,15,pengadilan,3,pengantin,2,pengetahuan,11,penghulu,2,pengrajin,2,penjahit,1,Perang Dunia II,1,Perang Jawa,1,perayaan,1,peristiwa,44,Perjanjian Linggarjati,1,perkebunan,5,Persbul,1,Persebaya,5,Persegres,3,Persekabpas,1,Persela,1,Perseru,1,Persewar,1,Persib,9,Persiba Balikpapan,1,Persiba Bantul,1,Persibara,4,Persibas,1,Persibo,1,Persid Jember,1,Persija,7,Persijam,2,Persik Kediri,1,Persikabo,3,Persimura,2,Persinga,4,Persintan,1,Persipon,1,Persis,1,Persiter,1,Persiwa,2,pesawat,1,Pesepam MU,1,peta,1,Peta Bandung,1,Peta Bekasi,1,Peta Bogor,1,Peta Cimahi,1,Peta Indonesia,1,Peta Jabar,1,Peta Kota Jakarta,1,Peta Kota Semarang,1,Peta Majalengka,1,Peta Pacitan,1,Peta Surabaya,1,Peta Tangerang,1,petani,2,Philip Christison,2,Piala Indonesia 2018,96,Pieter Erberverd,1,pikiranrakyat,5,Pilgub Jakarta,1,Pilkada,5,planet,1,pojoksatu,1,polisi,1,Politik,2,politikabogor,2,Porta Nasional,3,Portal Gadog,1,Portal Jabar,1,Portal Pendidikan,2,Portal Banjarwaru,1,Portal Batulayang,1,Portal Bisnis,5,Portal Bogor,114,Portal Budaya & Seni,1,Portal Cianjur,1,Portal Ciawi,18,Portal Cibeureum,6,Portal Cilember,3,Portal Cipayung,4,Portal Cisarua,48,Portal Citeko,2,Portal Cuaca,1,Portal Desa,8,Portal Ekonomi,1,Portal Gadog,3,Portal Hukum,7,Portal Jabar,59,Portal Jabodetabek,1,Portal Jagorawi,8,Portal Kepemudaan,1,Portal Kesehatan,3,Portal Kriminal,8,Portal Kuliner,2,Portal Lalu Lintas,36,Portal Lingkungan,6,Portal Megamendung,10,Portal Nasional,2,Portal Olahraga,1,Portal Ormas & OKP,13,Portal Pasir Angin,1,Portal Pemerintahan,8,Portal Pendidikan,8,Portal Politik,41,Portal Puncak,24,Portal Religi,9,Portal Sosial,18,Portal Sukamahi,1,Portal Tugu Selatan,4,Portal Tugu Utara,4,Portal Unik,1,Portal Wisata,9,portalcisarua,14,poskota,3,PPKI,1,Prambanan,2,Preview,5,Profil,7,propaganda,7,provinsi,2,provinsi indonesia,1,PS Badung,1,PS Bangka,1,PS Benteng,2,PS Keluarga USU,1,PS Tira,3,PSBI Blitar,1,PSBK Blitar,1,PSCS,1,PSIM,2,PSKC,2,PSKT Sumbawa Barat,2,PSM,3,PSMP,1,PSMS,3,PSS,4,publikbogor,1,Pusat Tenaga Rakyat,1,R.A.A. Wiratanudatar VII,1,radarbogor,1,rakyatmerdeka,1,ranjau,1,Ratu Juliana,4,Rembang,1,republika,3,reruntuhan,1,restoran,1,Review,11,rohaniawan,3,Rukmini,1,rumah tradisional,2,sains,3,Sanksi,1,sat binmas polres rohul,1,Sejarah Dalam Negeri,10,Sejarah dan Budaya,12,Sejarah Mancanegara,8,Semarang,1,Semeru FC,1,Sentot Prawirodirjo,1,Seoul,1,sepakbola,1,sepeda,5,Seram,1,shalat istisqo,1,siehumas polsek karang penang,2,Simalungun,1,Singosari,1,Siti Hardijanti Hastuti,1,Siti Hartinah,3,Soeara Asia,1,Soeharto,4,Soekarno,29,Soetomo (Bung Tomo),2,Solo,1,Sosok,2,Sport,8,Sriwijaya FC,6,Sudirman,1,Sudut Lain,6,Sukabumi,1,sultan,2,Sultan Hamid II,3,Sumantri (adik Kartini),1,Sumatera,1,Sumatera Utara,1,sumber: target buser,1,sumur minyak,1,Suporter,7,Surabaya,5,Sutan Sjahrir,7,tabloidwiradesa,2,tambang,1,tandu,2,tank,1,Tari Tanggai,1,tata surya,1,tawanan perang,1,teknologi,2,Teknologi,50,telepon,1,terbesar di dunia,1,Ternate,1,tersangka,1,Timor,1,Tionghoa,10,Tips,17,Tjarda van Starkenborgh Stachouwer,1,tokoh,7,Tony Lovink,1,Top 10,24,Top Skor,1,Top Skor dan Assist,2,transbogor,1,transportasi,16,trem,3,tribunnews,8,tvone,1,ular piton,1,Undian,12,Ungaran,1,Unik,7,unjuk rasa,2,vivanews,2,VOC,1,wiisiinews,1,wilayah,2,wildlife,3,Wilhelmina Helena Pauline Maria,1,Willem Schermerhorn,2,Wilopo,2,Wisata,20,Yogyakarta,4,
ltr
item
Indonesia Update: Kisah Baleo Mahato
Kisah Baleo Mahato
https://1.bp.blogspot.com/-vO7qsMXOJmQ/XXTQLl0eKJI/AAAAAAAAOjU/1voWxtU3wSQwG-zoMM4HknJrbAT0YgyaACLcBGAs/s400/Kisah%2BBaleo%2BMahato.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-vO7qsMXOJmQ/XXTQLl0eKJI/AAAAAAAAOjU/1voWxtU3wSQwG-zoMM4HknJrbAT0YgyaACLcBGAs/s72-c/Kisah%2BBaleo%2BMahato.JPG
Indonesia Update
https://www.indonesiaupdate.online/2019/09/kisah-baleo-mahato.html
https://www.indonesiaupdate.online/
https://www.indonesiaupdate.online/
https://www.indonesiaupdate.online/2019/09/kisah-baleo-mahato.html
true
2752182397496718371
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA BACA SELENGKAPNYA>> Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES POSTS LIHAT SEMUA ARTIKEL TERKAIT LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy